RSS
email
0

Ternyata Kopi Termahal di Dunia Ada di Indonesia

Indonesia memang punya beragam kopi. Mulai dari kopi Aceh, Kopi Makasar, Kopi Toraja, dan lainnya. Tapi, ada satu kopi asal Indonesia yang mendunia. Yaitu, kopi Luwak. Apa keistimewaannya?

Kopi luwak terkenal dengan harganya yang cukup mahal. Jika Anda ingin menyeruput kopi jenis ini di Jakarta, harga bisa ratusan ribu rupiah per cangkir.


Namun, menurut Oprah Winfrey dalam salah satu episode talkshow-nya, di Amerika, secangkir kopi luwak dihargai mencapai US$50 (Rp 500 ribu). Dan, dalam kemasan dijual sekitar US$600 (Rp 60 juta) per 4,5 kg. Itulah sebabnya kopi ini dijuluki kopi termahal di dunia.

Alasan kopi ini mahal dan istimewa, karena proses menjadi kopinya yang unik. Kopi luwak adalah biji kopi yang ditemukan pada kotoran luwak, sejenis hewan tupai yang banyak hidup di pinggir hutan dekat perkebunan kopi.

Secara alamiah, luwak mempunyai insting memilih biji kopi yang benar-benar masak dan patut dimakan. Di dalam pencernaan luwak, biji kopi mengalami reaksi kimiawi dengan enzim pencernaan luwak. Proses inilah yang memberikan rasa berbeda pada kopi luwak.

Nah, dari kotoran luwak tersebutlah biji kopi yang utuh yang akan diproses menjadi kopi luwak. Dan, menjadi secangkir kopi luwak yang nikmat beraroma kuat.

Tertarik untuk mencobanya?
Read more
0

Hanya Petani, Sempat Bersaldo Rp 13 Triliun

PAREPARE -- Mendapat uang banyak secara tiba-tiba dan tanpa jerih payah tak pernah dibayangkan H. Alimin. Petani yang tinggal di Jalan Gunung Tolong, Kec. Bacukiki Barat, Parepare, mendapat dana segar Rp 13 triliun melalui buku tabungan Bank Mandiri miliknya. Padahal, awalnya saldonya hanya Rp 5,7 juta.

Namun, dana yang melampaui dana talangan Bank Century Rp 6,7 triliun tersebut tak pernah dicicipinya. Malah Alimin kecewa dengan masuknya dana tanpa diketahuinya itu. Pasalnya, tabungannya tiba-tiba diblokir dan saldo berganti menjadi minus Rp 9 triliun.



"Saya kecewa karena uang di tabungan saya bisa keluar tanpa sepengetahuan dan tandatangan pemilik buku. Apalagi, saya kelihatannya dibuat berutang Rp 9 triliun. Bagaimana cara saya membayarnya?" tuturnya, Kamis 4 Februari.

Menurut Alimin, hal tersebut sudah dilaporkan ke pihak Polresta Parepare bahkan ditindaklanjuti oleh oknum Polda Sulselbar. Namun tak ada kabar kelanjutannya. Masuknya dana Rp 13 triliun tercatat tanggal 2 November 2008 dengan kode transaksi lain-lain. Pada hari yang sama, dana justru minus Rp 9 triliun.

Icha, menantu Alimin, menuturkan, saat akan menarik uang, pegawai bank langsung mencurigainya. "Kata pegawai banknya, ada komputernya error. Tapi setelah buku tabungan diganti masih saja tertulis Rp 13 triliun. Akhirnya buku itu diminta ditinggal," tuturnya.

Apesnya, di buku tabungan yang baru hanya kepala cabang yang bertandatangan. Pihak nasabah juga tak dikonfirmasi terkait penerbitan buku tabungan baru. "Kami heran, kalau komputer error harusnya di buku tabungan baru sudah bagus. Tapi sama saja, bahkan nasabah sesudah kami tetap bertransaksi di komputer itu," katanya.

Pihak keluarga khawatir, uang triliunan rupiah yang masuk ke tabungannya merupakan dana teroris atau dana talangan Bank Century dan akan berdampak pada tuntutan hukum terhadap Alimin ke depan.
Pemimpin Cabang Bank Mandiri setempat sudah memohon ke Alimin agar kasus tersebut tidak diekspos.

Sementara itu, Pemimpin Bank Mandiri Cabang Parepare, Dandung, yang disambangi ke kantornya tak berhasil ditemui. Ponselnya pun gagal tersambung. "Bapak lagi rapat kerja di Makassar," kata seorang security Bank Mandiri.

Marketing Manager Mandiri Wilayah X, Wawan Setiawan yang dikonfirmasi mengaku belum mendengar hal tersebut. "Beritanya dari mana pak, saya kok baru dengar. Nanti kita ketemu," tuturnya, via pesan singkat. (azh)

sumber
Read more